DETIK-DETIK AKHIR
Kupandang langit sudah mulai
gelap dan sang
surya pun sudah mulai perlahan menghilang tergantikan oleh sinar sang rembulan
. Kini tibalah saatnya berbuka puasa . Yang lebih kunantikan adalah takbir keliling.Aku
sudah menantikan nya Karena
hari ini adalah akhir bulan ramadan .“Nak , ayo berbuka dulu
“ajak ibu. “Iya bu .”Jawab ku. Ibupun mengajakku
berbuka puasa terlebih dahulu.Kami
pun segera menuju ke meja
makan,diatas meja makan sudah
ada banyak makanan.Dimeja makan pun juga ada
makana kesukaan ku yaitu pecel lele,aku pergi menyiapkan piring
dan sendok sedangkan ibu
membuat teh manis di
dapur.“Ohh tidak.......!!!!!!”aku pun terkejut .
dibawah sudah tersisa tulang dan kepala ikan
lele,Ikan lele goreng
kesukaan ku itu
sudah dimakan kucing.Akhirnya aku
makan dengan sepiring nasi
dan kerupuk.Ibu pun berbuka
puasa dengan mata berlinangan air mata teringat almarhum Ayahku yang meninggal 1 tahun
yang lalu.Aku
masih teringat saat
itu,Ayahku meninngal di
Jakarta. Esok hari sebelum ayahku meninggal dunia, perasaan ku sudah sangat
tidak karuhan ,Disekolah aku sudah
tak seperti biasanya,aku
yang biasanya selalu
ceria entah mengapa
hari itu seperti
hari yang sepi,tak ada aktivitas apapun
.Persaanku semakin
tidak karuhan ketika
pulang sekolah karena
biasanya seulangku dari
sekolah ayah sselalu
menelpon ku.ketika aku menelpon ayah
,juga tak seperti biasanya .Malam
hari ketika adikku sudah
tertidur dan nenekku
setengah mengantuk.
Terdengar suara burung
gagak di atap
rumahku“kring..............kringg..”telepon pun berdering,akupun segera mengangkatya.pamanku berkata
bahwa ayahku kini
sudah meninggal dunia
karena serangan jantung saat
sholat maghrib.Seketika
Mendengar ucapan Pamanku
aku tak sadarkan
diri,saat aku mulai membuka
mata banyak orang
yang melayat.aku tak
bisa menahan air
mata ini karena
orang yang amat ku
sayangi pergi meninggalkan ku.Hanya
bersela beberapa jam
mobil ambulance yang
membawa jasad ayahku
sudah sampai di
halaman rumah ,tangis
inipun semakin tak
tertahankan,ketika melihat ayah
amat menyangiku ini
terbujur kaku di
mobil ambulance.“Andai saja ayahku masih hidup pasti ibu tidak akan
bersedih seperti ini , dan aku juga pasti
akan
sangat bahagia bila ayahku masih hidup .” Ujarku dalam hati
Ibu menyuruhku untuk sholat maghrib terlebih lagi aku harus mendoakan ayahku agar beliau
bahagia disisi Allah SWT.setelah sholat aku langsung menuju ke
kamar dan ganti
pakaian memakai kostum yang sudah disiapkan ibu untuk takbiran.Ibupun mengantarku ke salon
Bu Dinar .Setelah di
rias akupun langsung bergegas
menuju Mushola Ittihadul Muslim.
Sebelum
berangkat untuk mengikuti
lomba takbir keliling
terlebih dulu rombogan
kami menyaksikan sidang
Ishbat yang disiarkan di
televisi .“Im,kira –kira hari
raya idul fitri
jatuh pada hariaupun lusa ya apa
ya ?apakah mungkin jadi besok
atau lusa ya?.”Tanya ku penuh
gelisah“Ahh....tidak
usah difikirkan nanti
juga tahu , lebih
baik kita siap- siap saja dulu.”Jawab Ima
padaku.“Semoga saja
besok jadi lebaran jadi kita
bisa takbir keliling
hari ini .”pintaku dalam
hati.Setelah
menyaksikan sidang Ishbat ,dan
sudah dinyatakah bahwa
hari raya Idul
Fitri jatuh pada
besok yaitu hari
Kamis,8 Agustus 2013,semangat
rombongan kami yang semula
mulai luntur
kini sudah mulai
membara kembali mendengar
keputusan sidang tersebut
dan akhirnya rombongan
kami pun segera menyiapkan
segala kerperluan takbir keliling . Dan terdengar
suara Pak Joko
[ Panitia takbir keliling
Mushola Ittihadul muslim ]“Ayo ,anak –anak segera berbaris sesuai tugas
masing-masing dan yang
sudah diatur sebelumnya.”Perintah pak Joko“Siap
pak......! .”sahut anak anakAkupun
segera berbaris menurut
tugasku yaitu membawa
bendera pusaka bangsa
Indonesia yaitu Sang
Saka Merah Putih.Rombongan
kami juga membuat
karya seni dari
serangkaian bambu yang
dibungkus dengan kertas
bekas semen kemudian
diberi warna menggunakan cat.Jadilah karya
dari tangan anak-anak
kampung seperti kami.Dan
jadilah sebuah miniatur
se ekor dinosaurus, yang kemudian
diangkut dengan mobil untuk
dibawa berkeliling desa menyusuri
jalan desa yang sudah ramai
dipenuhi penduduk desa.Kemudian
rombongan kami pun
berjalan menyusuri pinggiran
sungai melewati jembatan
membawa kebahagiaan dan
kegembiraan ,menuju masjid
untuk berkumpul dengan
rombongan takbir dari
RW. lainnya.Disana pun
kembali barisan kami
diatur agar tampak lebih
teratur.Panitia pun
menyalakan berbagai jenis petasan
dan kembang api untuk menyemarakkan takbiran
malam ini.
Tak ketinggalan penduduk pun ikut
memeriahkan takbiran dengan
cara takbiran keliling
bersama dengan berkendara
.Diantara para penduduk yang
antusias terdengar suara
kericuhan dua orang
pemuda yang sedang
mabuk bertengkar .“hai......kau
apa maksudmu,kenapa kamu
menyemburkan api ke
bajuku ini ?.”Kata
pemuda satu“ aaaa....aku
tak sengaja memang kenapa ?.”Kata pemuda
keduaPemuda
satu pun semakin
marah menddengar jawaban
yang terlontar dari
mulut pemuda kedua
.Lalu pemuda satu
mengambil obor yang
berada di tangan
pemuda dua.Akhirnya
perkelahian itu pun
tak teerhindarkan,pemuda satu
yang membawa obor
tersebut melempar obornya.Pendudukpun
mencoba mendamaikan keduanya .Sayang sekali
nasi sudah menjadi
bubur,obor itu jatuh
tepat berda dibah
miniatur dinosaurus yang
kami buat dengan
susah payah.“waaaaaaaaa........air air.”Suara
para peserta ketakutan
melihat barar api
yang sebesar itu .
maka inilah akhir
dari dinosaurus kami
dan apapun yang telah
terjadi ikhlaskanlah semua
karena semua itu
kehendak NYA.Dan kami pun masih
terus berjalan menyusuri
pinggiran jalan kampung,sambil mengucap
lafal kebesaran Allah”Allahu Akbar Allahu akbar”“Dan
inilah DETIK DETIK
AKHIR dinosaurus kami,ini
pula DETIK DETIK
AKHIR bulan suci
ramadhan,Maka inilah DETIK
DETIK kemenangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar